hai... teman-teman kalian pasti sudahtidakasinglagi dengan yang namany tornado. angin berputar yang memiliki kekuatan dan diameter cukup besar. kalian tahu tornado terjadi tidak hanya di daratnamun juga dapat terjadi di laut. di darat pun tornado tidak hanya angin biasa, namun juga ada yang dikenal sebagai tornado api. nah dalam hal ini fisika aan mengungkap bagaimana tornado api dapat terbentuk.
berikut proses terjadinya tornado api,
Udara
panas yang terus menerus menghantam bumi akan menyebabkan suhu tanah
meningkat. Dan ketika suhu panas meningkat, udara panas dan lembab yang
ada di udara akan mulai naik dan semakin naik.
selanjutnya, ketika
udara panas, udara lembab dan dingin memenuhi udara kering, dan
terangkat ke atas, kemudian akan masuk ke lapisan udara atas. Pada fase
ini sebuah awan petir mulai tercipta.
nah hal ini menyebabkan, pergerakan
udara keatas yang terjadi sangat cepat dan adanya angin dari sisi
samping menyebabkan arah yang berbeda dan membentuk sebuah pusaran.
dari pusaran tersebut timbul sebuah
kerucut hasil putaran udara yang berpilin tersebut mulai terbentuk dan
terlihat dari awan ke permukaan tanah. seperti berikut hasil dari pergeraka udara tersebut.
Rabu, 07 Desember 2016
Mengenal Badai Antariksa
Badai Matahari
Energi Matahari dihantarkan menuju fotosfera melalui konveksi (aliran) di lapisan konvektif yang lantas muncul di fotosfera sebagai granulae (gelembung). Konveksi juga merupakan mekanisme magnetohidrodinamik yang memproduksi medan magnet Matahari yang sangat kuat. Akibat adanya perbedaan periode rotasi Matahari antara ekuator (25,4 hari) dengan kutub (36 hari) menyebabkan garis–garis gaya magnet Matahari mengalami puntiran sehingga menonjol keluar di beberapa lokasi khususnya di lintang menengah/tinggi. Warna lokasi ini lebih gelap karena suhunya 1.500 Kelvin lebih rendah, sehingga dinamakan bintik Matahari (sunspot).
Energi Matahari dihantarkan menuju fotosfera melalui konveksi (aliran) di lapisan konvektif yang lantas muncul di fotosfera sebagai granulae (gelembung). Konveksi juga merupakan mekanisme magnetohidrodinamik yang memproduksi medan magnet Matahari yang sangat kuat. Akibat adanya perbedaan periode rotasi Matahari antara ekuator (25,4 hari) dengan kutub (36 hari) menyebabkan garis–garis gaya magnet Matahari mengalami puntiran sehingga menonjol keluar di beberapa lokasi khususnya di lintang menengah/tinggi. Warna lokasi ini lebih gelap karena suhunya 1.500 Kelvin lebih rendah, sehingga dinamakan bintik Matahari (sunspot).
Oleh sebab belum jelas, medan magnet Matahari memiliki siklus 22
tahun dengan jumlah bintik Matahari meningkat setiap antara 8 hingga 15
tahun sekali atau rata–rata 11 tahun sekali. Bintik Matahari menyebabkan
gangguan pada pemancaran energi Matahari di lokasi tersebut, namun
sifatnya hanya sementara. Bintik Matahari bisa dianggap sebagai
bendungan pasir di arus air yang liar, yang lama–lama bakal jebol ketika
kekuatannya tak sanggup lagi mengatasi tekanan arus air. ‘Jebol’nya
bintik Matahari akan memuntahkan kandungan energi yang disalurkan
sebagai arus proton atau elektron menyusuri garis–garis gaya magnet
Matahari di lokasi tersebut. Inilah badai Matahari, yang rata–rata mampu
melontarkan 10–100 juta ton elektron berkecepatan rata–rata 500
km/detik. Jumlah ini jauh di atas massa angin Matahari, yakni massa
Matahari yang secara reguler terlepas ke sekitarnya dengan jumlah
‘hanya’ 1,6 juta ton/detik.
Implikasi bagi Bumi
Untungnya Bumi mempunyai ‘selimut’ pelindung tak kasatmata guna mengantisipasi angin dan badai Matahari, yakni magnetosfer (medan magnet Bumi) yang terdiri dari sejumlah lapisan dengan terbawah sabuk radiasi van–Allen. Magnetosfer berperan membelokkan aliran proton dan elektron Matahari ke kutub–kutub geomagnet, dimana semakin tinggi energi partikel maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus sebelum partikel itu terbelokkan. Proton dan elektron yang terbelokkan itu akan berbenturan dengan atom–atom Oksigen dan Nitrogen di lapisan atmosfer setinggi + 70 km sehingga memicu proses promosi–eksitasi atomik yang memproduksi cahaya berwarna–warni yang kita kenal sebagai aurora.
Untungnya Bumi mempunyai ‘selimut’ pelindung tak kasatmata guna mengantisipasi angin dan badai Matahari, yakni magnetosfer (medan magnet Bumi) yang terdiri dari sejumlah lapisan dengan terbawah sabuk radiasi van–Allen. Magnetosfer berperan membelokkan aliran proton dan elektron Matahari ke kutub–kutub geomagnet, dimana semakin tinggi energi partikel maka semakin dalam lapisan magnetosfer yang berhasil ditembus sebelum partikel itu terbelokkan. Proton dan elektron yang terbelokkan itu akan berbenturan dengan atom–atom Oksigen dan Nitrogen di lapisan atmosfer setinggi + 70 km sehingga memicu proses promosi–eksitasi atomik yang memproduksi cahaya berwarna–warni yang kita kenal sebagai aurora.
Namun setinggi apapun energi partikel Matahari, ia akan terbelokkan
tanpa sempat berdampak bagi atmosfer Bumi. Inilah yang membedakan Bumi
dengan tetangga terdekat kita: Venus. Meski hampir identik dengan Bumi
dalam hal massa dan diameter (sehingga sering disebut kembaran Bumi),
Venus ternyata tidak memiliki medan magnet sehingga saat diterpa badai
Matahari akan langsung terpanggang hebat oleh aliran proton dan elektron
energetik yang menerpanya. Simulasi magnetohidrodinamik menunjukkan
hantaman badai Matahari menghasilkan kenaikan suhu permukaan Venus
sampai 150o Celcius di atas normal selama 10 menit kemudian sebelum
suhunya sedikit menurun menjadi 90o Celcius di atas normal.
Masalah utama badai Matahari bagi manusia modern adalah kemajuan
peradaban yang membuat manusia kian bertumpu pada alat–alat elektronik.
Nyaris tak ada bagian kehidupan manusia yang tidak mendapat sentuhan
budaya elektronik, baik jaringan finansial, komunikasi, transportasi,
kelistrikan, kesehatan, layanan pemerintahan, interkoneksi energi dan
sebagainya. Padahal alat–alat elektronik ini sangat rentan terhadap
gangguan listrik, sementara aliran partikel proton dan elektron Matahari
ke kutub geomagnetik pada hakikatnya adalah arus listrik berkekuatan
jutaan ampere. Arus listrik ini akan memproduksi medan magnet di
sekitarnya dan sebaliknya perubahan medan magnet tersebut akan
memproduksi arus listrik induksi di permukaan Bumi. Akibatnya badai
Matahari, khususnya yang sangat kuat mampu menghasilkan arus listrik
induksi permukaan Bumi berkekuatan hingga ratusan Ampere, yang mengalir
melalui segala jenis penghantar seperti jaringan listrik, perpipaan
maupun kabel telekomunikasi. Arus sebesar ini bila mengenai alat–alat
elektronik amat mampu melumpuhkannya dan membuatnya terbakar.
Badai Matahari 1 September 1859 (Carrington event) adalah pelajaran
pertama persentuhan alat–alat elektronik dengan badai Matahari, tatkala
jaringan telegraf transatlantik antara Amerika dan Eropa lumpuh.
Percikan api akibat arus induksi sanggup membakar kertas telegraf, meski
di sisi lain jaringan itu hidup sepenuhnya dan bisa digunakan untuk
mengirimkan pesan walau catudayanya dimatikan. Peristiwa terpopuler
adalah terbakarnya jaringan listrik Ontario Hydro yang menyebabkan 6
juta penduduk Quebec (Canada) harus hidup tanpa listrik selama 9 jam
akibat badai Matahari 13 Maret 1989.
Misteri Antariksa
Info Astronomy - Lubang Hitam telah lama menjadi benda misterius nan eksotik di alam semesta. Dan ilmu pengetahuan tentang Lubang Hitam diperkirakan akan tumbuh pesat dalam waktu dekat seiring penemuan gelombang gravitasi pekan lalu. Tapi, bagaimana jadinya saat Bumi terhisap Lubang Hitam?
Banyak pertanyaan tentang Lubang Hitam kepada tim InfoAstronomy.org, tentang apa sebenarnya Lubang Hitam, dan apa hubungannya dengan Lubang Cacing (Worm Hole), serta seperti apa penggambaran keduanya.
Apa Itu Lubang Hitam?
Lubang Hitam adalah bagian dari ruang-waktu yang memiliki gravitasi sangat kuat, bahkan cahaya tidak bisa kabur atau lolos darinya. Teori Relativitas Umum memprediksi bahwa butuh massa besar untuk menciptakan sebuah Lubang Hitam yang berada di ruang-waktu. Di sekitar Lubang Hitam ada permukaan yang di sebut Event Horizon--sebuah batas tak bisa melarikan diri.Lubang Hitam bukanlah lubang dalam artian sebenarnya. Benda ini disebut "Lubang Hitam" karena menyerap apapun yang berada disekitarnya dan tidak dapat kembali lagi, bahkan cahaya. Secara teoritis, Lubang Hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.
Teori Medan Quantum dalam ruang-waktu melengkung memprediksi bahwa Event Horizon dari Lubang Hitam memancarkan radiasi disekitarnya dengan suhu yang terbatas. Suhu ini berbanding terbalik dengan massa Lubang hitam, sehingga sulit untuk diamati Lubang Hitam bermassa bintang atau lebih.
Bagaimana Jika Kita Terhisap Lubang Hitam?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Lubang Hitam memiliki gravitasi
yang sangat kuat karena massanya yang besar. Jika Anda terhisap ke
Lubang Hitam, seperti dikutip dari Discovery News, tubuh Anda akan meregang. Tubuh manusia akan memanjang. Manusia akan menjadi seperti spageti.
Begitu masuk ke Lubang Hitam, manusia tak punya pilihan. Manusia tak
bisa lari ataupun kembali. Seiring ketika masuk ke Lubang Hitam, waktu
dalam sudut pandang manusia akan melambat, jauh lebih lambat dari waktu
yang dirasakan di Bumi.
Jika ada seseorang yang mampu melihat Anda terhisap Lubang Hitam, maka
seseorang itu akan melihat Anda menua begitu cepat. Pada akhirnya,
manusia yang terhisap Lubang Hitam akan tampak berhenti ketika sampai Event Horizon, alias "the point of no return".
Kabar Buruk Bagi Bumi
Apa yang akan terjadi, jika Lubang Hitam muncul, entah dari mana dan
bagaimana caranya, di sebelah Bumi? Efek gravitasi yang kuat dari Lubang
Hitam yang mampu membuat tubuh Anda menjadi spageti akan berlaku
seketika itu juga. Sisi Bumi yang lebih dekat Lubang Hitam akan
merasakan gravitasi lebih besar daripada sisi Bumi yang membelakangi
Lubang Hitam.
Bola Bumi akan mengerut, materialnya terhisap ke dalam Lubang Hitam seperti debu yang ditarik oleh mesin vacum cleaner. Material Bumi dan seluruh kehidupannya tadi akan berputar-butar di sekitar Event Horizon, lalu BUF! Bumi menghilang.
Terhisap ke Lubang Hitam memang terdengar mengerikan. Namun, manusia
mungkin tak perlu terlalu khawatir. Lubang Hitam terdekat dari Bumi
adalah Lubang Hitam X-1, berjarak 6.000 tahun cahaya, sementara 1 tahun
cahaya setara dengan 9,4 triliun kilometer. Sangat jauh. Lubang Hitam
baru akan berbahaya jika kita berada 22.530 kilometer darinya.
Senin, 24 Oktober 2016
kata....
suatu keindahan yang mampu diucapkan
keindahan yang menunjukkan sisi asli dari sang pemilik kata...
kata indah... kata buruk...
semua itu hanya suatu rangkaian semata
hanya sebuah imajinasi pikiran
yang dapat menghipnotis siapa saja
dimana setiap kata memiliki arti dalam bagi setiap orang yang mendengar
kata cinta, kata yang begitu indah bagi mereka yang mendengar
dan dibalik kata cinta terdapat pedang yang tajam yang siap menerjang apapun
atau siapapun di depannya
serta kata dapat menjadi bom yang siap meledak jika ia tersulut api pancingan
jagalah setap kata yang kau ucapkan, karena kata menunjukkan siapa engkau
dan bagaimana engkau bersikap akan kata-kata mu.......
Minggu, 23 Oktober 2016
belajar akan arti dan makna dari kehidupan itu.....
tergantung bagaimana individu menjalani kehidupan yang saat ini sedang mereka jalani. lika-liku kehidupan sudah menjadi sahabat akrab kehidupan manusia.. namun akankah kita bisa bersahabat juga dengan nya... kita tidak tau.
stiap individu memiliki cara mereka sendiri untuk menjalani kehidupan mereka, ada yang sabar, ada yang melewati jalan pintas, ada yang tak menghargai kehidupannya.. dan masih banyak berbagai jenis cara mereka...
hidup itu akan menjadi bermakna dan memiliki arti apabila kita mau mengerti dan tau jalan yang sesuai untuk kita dan kehidupan kita.
pengalaman... adalah kunci dari kita untuk dapat mengerti makna dan arti kehidupan kita sendiri. pengalaman mengajarkan kita banyak hal.. mulai dari menangis dan tertawa, tentang persahabatan, persaudaraan, dan mungkin percintaan. semua itu kita pelajari dari pengalaman... dari penglaman juga kita dapat menjadi individu yang bijaksana bahkan bersikap dewasa untuk menjalani kehidupan...
sekarang tinggal kita yang menentukan, akankah kita menghargai kehidupan kita sendiri... ataukah mungkin akan menyia-nyiakan kehidupan.. semua kembali pada individu masing-masing...
belajar itu penting.. dan belajar tidak dilakukan hanya melalui teori namun juga dari tindakan serta mau mamahami pengalaman sebagai tindakan untuk memulai melakukan perubahan.
Langganan:
Postingan (Atom)



